KADER PARTAI AMANAT NASIONAL UTAMA ANGKATAN KE IV 2004   
Tampilkan postingan dengan label Selamat Jalan Mbah Maridjan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selamat Jalan Mbah Maridjan. Tampilkan semua postingan

Minggu, November 21, 2010

Makam Mbah Maridjan Tertimbun

Daerah itu kini penuh material vulkanik. Dari mulai debu, pasir, abu, hingga batu.
Melepas Mbah Maridjan (VIVAnews/Adri Irianto)

VIVAnews - Makam juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan tertimbun abu panas Merapi, sehingga tak kelihatan lagi.  Gundukan tanah di posisi makam Mas Penewu Suraksohargo di kaki Merapi itu sulit ditemukan. 

Mbah Maridjan dimakamkan di Dusun Srunen, Desa Glagaharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jaraknya sekitar tujuh kilometer dari puncak Merapi. 

Maridjan tewas karena terhempas luncuran awan panas 'wedhus gembel' 26 Oktober lalu di kampungnya Kinahrejo, yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi makamnya. 

Setelah 26 Oktober, Merapi terus meluncurkan awan panas. Terutama pada Jumat 5 November 2010 dini hari yang menewaskan hampir 100 orang warga di Bronggan, Kecamatan Cangkringan. Radius zona bahaya diperluas menjadi 20 kilometer. 

Hal itu membuat desa Srunen, lokasi makam Mbah Maridjan merupakan wilayah yang berada di zona bahaya Merapi. Daerah itu kini penuh material vulkanik. Dari mulai debu, pasir, abu, hingga batu. Pepohonan pun hancur. Apalagi rumah-rumah penduduk. Dapat dilihat di video berikut  di bawah ini :




Mbah Maridjan dan empat korban Merapi dimakamkan di lokasi ini. Saat ini, gundukan makam Mbah Maridjan tidak terlihat lagi. Sudah rata dengan abu vulkanik. Beberapa makam lainnya masih terlihat memiliki timbunan tanah.

Jumat, Oktober 29, 2010

Inilah Foto Mbah Marijan Ketika Diketemukan

Jogyakarta - Mbah Maridjan ditemukan wafat di dapur rumahnya dalam posisi sujud pukul 05.00 WIB, Rabu (27/10/2010). Tubuh sang juru kunci Gunung Merapi itu luka bakar akibat awan panas.
Jenazah Mbah Maridjan kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Dr Sarjito Yogyakarta. Foto yang dilansir beritajatim.com memperlihatkan jenazah Mbah Maridjan yang telah dievakuasi dalam posisi sujud.
Lokasi kediaman Mbah Maridjan terletak di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman. Kediaman juru kunci bergelar Mas Penewu Surakso Hargo itu hanya lima kilometer dari puncak letusan Gunung Merapi.
Kemarin malam, Mbah Maridjan sempat ditemui tim evakuasi. Ketika diajak meninggalkan rumahnya, ia menolak. Sebagai juru kunci, Mbah Maridjan tak pernah mau meninggalkan Gunung Merapi. Lelaki renta berusia 83 tahun ini pernah mengatakan, "Kalau saya ikut ngungsi akan ditertawakan anak ayam"

Ribuan Pelayat Hantarkan Keperistirahatan Mbah Marijan Yang Terakhir


Ribuan orang menghadiri pemakaman Mbah Maridjan. Mereka tampak menyemut di pemakaman keluarga di Dusun Srunen Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan Sleman, Kamis (28/10/2010).