KADER PARTAI AMANAT NASIONAL UTAMA ANGKATAN KE IV 2004   

Jumat, Juni 09, 2017

Amien Rais Terseret Kasus Alkes, Warga Muhammadiyah: Jangan Bangunkan Macan Tidur

jpnn.com, JAKARTA - Tokoh MuhammadiyahAzrul Tanjung menilai ada unsur kesengajaan dari aparat penegak hukum untuk mengaitkan Amien Rais dalam kasus korupsi alkes. Tujuannya jelas untuk meruntuhkan kredibilitas Amien yang merupakan tokoh di Muhammadiyah.

"Kasus ini sepertinya sengaja diadakan untuk membunuh karakter Pak Amien. Pak Amien itu adalah salah tokoh penting di Muhammadiyah, beliau juga tokoh reformis yang sangat disegani warga Muhammadiyah," kata Azrul yang‎ menjabat Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah kepada JPNN, Kamis (8/6).

Warga Muhammadiyah, lanjutnya, menilai aparat hukum telah melakukan kriminalisasi terhadap Amien. Apalagi Amien seringkali melakukan protes terhadap pemerintah, terlebih saat kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bergulir.

"Protes Pak Amien kepada Ahok kan sesuai fakta. Kasus Ahok terang benderang, tidak seperti kasus Pak Amien yang gelap dipaksa untuk terang," ucapnya.

Kriminalisasi terhadap Amien, lanjut Azrul, sudah melukai jutaan warga Muhammadiyah. Selama ini Muhammadiyah sudah memberikan kontribusi besar bagi bangsa. Muhammadiyahjuga sudah menyatakan mendukung pemerintahan Joko Widodo hingga selesai.

"Jadi kurang apalagi kontribusi Muhammadiyahkepada bangsa ini, kok kami diusik karena salah satu tokoh kami protes terhadap kasus Ahok. Kami mengimbau kepada aparat penegak hukum untuk bersikap profesional, jangan mencari-cari kasus untuk menjerat ulama dan tokoh Islam. Ingat, jangan membangunkan macan yang lagi tidur," pungkasnya. (esy/jpnn)

Senin, Juni 05, 2017

Amien Rais "digebuk", Pengamat:Lantang Menolak Reklamasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Direktur Eksekutif Voxvol Centre Pangi Syarwi Chaniago menilai, penyebutan nama Amien Rais dalam kasus alat kesehatan (Alkes) sarat muatan politis ketimbang penegakkan hukum.

"Amien Rais kita sudah paham dan tahu yang selama ini paling keras menolak reklamasi, kita masih ingat ketika Amien siap nantangin Luhut buka-bukaan atau adu data soal apa saja keuntungan reklamasi bagi masyarakat, saya pikir ini jelas mengganggu rezim dan pemerintah," kata Pangi saat dihubungi, Senin (5/6/2017).

Apalagi, sambung dia, belakangan santer kuat dugaan pemerintah pusat bersikeras mengambil alih reklamasi, dan bertekad meneruskan proyek itu pasca kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilkada DKI 2017.

"Sementara Amien Rais menjadi batu kerikil atau sandungan yang menganggu dan menghambat misi memuluskan reklamasi," ungkapnya.

Selain itu, kata dia, sosok mantan ketua MPR RI itu juga dianggap salah satu faktor kekalahan Ahok dalam Pilkada kemarin.

"Saya kira, Amien Rais juga punya peran besar, menggerakkan umat melawan penista agama, sehingga Ahok kalah dalam pilkada 2017, jadi ada yang balas dendam dan sakit hati sama Amien Rais," sindir dia.

Pangi yakin sebelum mencuatnya kasus ini tentunya ada sejumlah upaya lain untuk menundukkan seorang Amien Rais.

"Saya yakin sudah banyak dapat tawaran yang macam-macam supaya diam, namun nampaknya mengalami jalan buntu, kompromi pun gagal untuk menjinakkan Amien Rais.Supaya enggak runcing-runcing lagi, ruang gerak Amien Rais harus dimatikan," tandas dia.

Menurut Pangi, konstelasi politik yang dijalankan rezim pemerintahan saat ini sudah tidak sehat lagi.

"Main gebuk cara rezim dalam mengelola negara, ini enggak baik kalau diteruskan ke depannya, mesti dihentikan cara-cara yang tak lazim atau menghalalkan segala cara untuk sikat dan bunuh karakter seseorang," pungkas dia.(yn)