KADER PARTAI AMANAT NASIONAL UTAMA ANGKATAN KE IV 2004   
Tampilkan postingan dengan label Secret embassy Cable. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Secret embassy Cable. Tampilkan semua postingan

Senin, Desember 13, 2010

From Gossip to "No Secrets"


Kompas - Jumat, 10 Desember
KOMPAS.com - Still think the United States is a free country that upholds freedom of the press, freedom of information, and can separate the affairs of state with the private sphere? If still, think again ....

Agencies of the U.S. federal government has issued a warning, every civil servant in the country who read the leaked document on the WikiLeaks secret diplomatic wire can be fired from his job.

One government agency is the Office of Management and Budget of the White House. The office sent a memo containing the prohibition to any employee who did not have authorization and all partners to read secret documents on WikiLeaks site or any site, whether in government-owned computers as well as their personal computers.

Later, electronic mail circulating that contains a warning, school and university students caught reading confidential documents on WikiLeaks, merely put a link to the document or comment on its contents on social networking sites could be threatened will not be accepted as a civil servant working in the U.S..

The U.S. government argues, the documents are still a secret though it was circulated widely on the Internet and published in the mass media. "So, read, distribute, or just comment on the documents could be considered a violation of Executive Order 13526 on Secret National Security Information," said Maura Kelly, assistant dean of career development at Boston University.

In fact, the contents of classified secret documents, which leaked on WikiLeaks, it contains a lot of gossip that just kind of gathering of mothers, such as commenting on the personality and habits of people to kind of dish that is served in the wedding.

One of the cable, for example, Libyan leader Moammar Qaddafi comment which is always accompanied by the nurse "sexy" from Ukraine. President of Turkmenistan called "not very intelligent" and "trained liar", who reportedly never require that every person who entered the room wearing a starched pants slippery.

In other wire quoted the Economist magazine, a diplomat who attended the wedding described Chechen President Ramzan Kadyrov in the North Caucasus region, Russia. Dish at the party described as "pieces of cow and goat" which boiled together in a large skillet.

Another culinary report came as U.S. Ambassador Ronald McMullen to Eritrea invited to a picnic lunch by a senior official in the African country. "Mr. Ambassador and mother were treated to grilled sheep innards that were given honey and hot sauce (but served without cutlery) and covered with a semi-traditional beverage fermented and sour taste, called 'rent'," the diplomatic wires.

Many also contain information that is already publicly known or even taken over from newspapers or magazines. One of the documents labeled confidential (only allowed to be published in 2019) only contains the information that Canada is a loyal friend that the U.S. and the UK Conservative Party politicians do not get along with politicians from the ruling Liberal Democratic Party.Something that is commonly known to everyone.

There is also a wire from the U.S. Embassy in Ankara, Turkey, the entire first paragraph marked "no secret", but the document itself is intact labeled "secret". Weird is not it? (CNN / AP / DHF)

Dari Gosip sampai "Bukan Rahasia"


Dari Gosip sampai "Bukan Rahasia"
KOMPAS.com - Masih berpikir Amerika Serikat adalah negara bebas yang menjunjung tinggi kemerdekaan pers, kebebasan mendapatkan informasi, dan bisa memisahkan urusan negara dengan ranah pribadi? Jika masih, berpikirlah ulang....
Badan-badan pemerintah federal AS telah mengeluarkan peringatan, setiap pegawai negeri di negara itu yang membaca bocoran dokumen kawat diplomatik rahasia di WikiLeaks bisa dipecat dari pekerjaannya.
Salah satu badan pemerintah itu adalah Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih. Kantor tersebut mengirim memo berisi larangan kepada setiap pegawainya yang tak punya otorisasi dan seluruh rekanan untuk membaca dokumen rahasia di situs WikiLeaks maupun situs apa pun, baik di komputer milik pemerintah maupun komputer pribadi mereka.
Belakangan beredar surat elektronik yang berisi peringatan, pelajar dan mahasiswa yang ketahuan membaca dokumen rahasia di WikiLeaks, sekadar memasang link menuju dokumen itu atau mengomentari isinya di situs jejaring sosial bisa terancam tak akan diterima bekerja sebagai pegawai negeri di AS.
Pemerintah AS berpendapat, dokumen-dokumen tersebut masih berstatus rahasia meski sudah beredar luas di internet maupun dimuat di media massa. ”Jadi, membaca, menyebarkan, atau sekadar mengomentari dokumen-dokumen itu bisa dianggap sebagai pelanggaran terhadap Executive Order 13526 tentang Informasi Keamanan Nasional Rahasia,” tutur Maura Kelly, asisten dekan bidang pengembangan karier di Boston University.
Padahal, isi dokumen yang dikategorikan rahasia, yang bocor di WikiLeaks, itu banyak yang sekadar berisi gosip macam di arisan ibu-ibu, seperti mengomentari kepribadian dan kebiasaan orang sampai jenis hidangan yang disajikan dalam pesta pernikahan.
Salah satu kabel, misalnya, mengomentari pemimpin Libya Moammar Khadafy yang selalu didampingi perawat ”bahenol” dari Ukraina. Presiden Turkmenistan disebut ”tidak terlalu cerdas” dan ”pembohong terlatih”, yang konon pernah mengharuskan setiap orang yang masuk ke ruangannya memakai celana yang tersetrika licin.
Dalam kawat lain yang dikutip majalah The Economist, seorang diplomat menggambarkan pesta pernikahan yang dihadiri Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov di kawasan Kaukasus Utara, Rusia. Hidangan dalam pesta itu digambarkan sebagai ”potongan-potongan sapi dan kambing” yang direbus jadi satu di sebuah kuali besar.
Laporan kuliner lain datang saat Duta Besar AS untuk Eritrea Ronald McMullen diundang piknik makan siang oleh seorang pejabat senior negara di Afrika itu. ”Bapak Duta Besar dan ibu disuguhi jeroan kambing bakar yang diberi madu dan saus pedas (tetapi disajikan tanpa sendok garpu) dan dilumuri minuman tradisional yang semi difermentasi dan rasanya asam, namanya ’sewa’,” demikian bunyi kawat diplomatik itu.
Banyak juga yang berisi informasi yang sudah diketahui publik atau bahkan dicomot dari koran atau majalah umum. Salah satu dokumen berlabel rahasia (baru boleh dipublikasikan tahun 2019) hanya berisi informasi bahwa Kanada adalah teman setia AS dan bahwa politisi Partai Konservatif di Inggris tidak rukun dengan politisi dari Partai Liberal Demokrat. Sesuatu yang sudah lazim diketahui semua orang.
Ada pula satu kawat dari Kedubes AS di Ankara, Turki, yang seluruh paragrafnya diberi tanda ”bukan rahasia”, tetapi dokumennya sendiri secara utuh dilabeli ”rahasia”. Aneh bukan?(CNN/AP/DHF)

Jumat, Desember 10, 2010

Pendukung Wikileaks Serang Kartu Kredit

Jumat, 10 Desember 2010 | 00:30 WIB

BOSTON, KOMPAS.com Para pendukung pendiri WikiLeaks, Julian Assange, segera membangun tentara maya. Mereka menutup laman dua perusahaan kartu kredit terbesar dunia dengan menggunakan perangkat sederhana yang diunggah dari internet.

Laman MasterCard Inc ambruk, Rabu, saat kelompok yang menyebut dirinya AnonOps menggalang serangan penolakan layanan atas raksasa kartu kredit itu, yang menghentikan arus sumbangan untuk WikiLeaks setelah Amerika Serikat mengecamnya atas penyiaran kawat diplomatik. Laman Visa Inc mati untuk sementara Senin malam di Amerika Serikat dan kelompok yang sama menyatakan bertanggung jawab atas kejadian itu. Serangan penolakan layanan itu biasanya menggunakan botnet, atau kumpulan komputer, yang telah digalang peretas untuk melumpuhkan laman dengan menghantamnya dengan jumlah besar permintaan keterangan secara serentak.

Serangan atas MasterCard dan Visa itu tampaknya datang dari upaya akar rumput, yang digalang AnonOps. Kelompok itu menyalurkan perangkat lunak canggih untuk meretas, yang secara nisbi sederhana bagi pendukung untuk dipasang di komputer mereka. "Sangat mudah melancarkan serangan itu," kata John Bumgarner, kepala bagian teknologi Satu Dampak Maya Amerika Serikat, yang memantau serangan maya.

Kelompok itu menggunakan Twitter untuk mencari pendukung, merujuk mereka ke lamannya, tempat mereka dapat mengunduh perangkat lunak tersebut, yang mengubah komputer pribadi Windows atau Mac menjadi senjata melawan laman MasterCard.

Sean-Paul Correll, peneliti pada perusahaan anti-virus PandaLabs, yang memantau kegiatan AnonOps, menyatakan kelompok itu memiliki ribuan komputer pribadi dalam pasukan relawannya. "Kelompok itu semakin putus asa mencoba mengecam," katanya, "Mereka akhirnya tahu dapat menggunakan teknologi untuk melawan balik, bahwa mereka tidak harus berdiri di garis jaga."WikiLeaks mendapat pengawasan antarbangsa setelah melansir rangkaian kawat diplomatik, yang membuat marah dan malu Washington.

Assange ditangkap di Inggris, Selasa, atas tuduhan pelanggaran seksual. Serangan atas Visa dan MasterCard itu diduga pembalasan atas ulah dua perusahaan pengelola kartu kredit dan debit yang menutup sumbangan ke laman WikiLeaks.

Laman AnonOps menghubungkan pengguna ke kamar ngobrol, tempat beberapa di antaranya bertanya tentang cara menggunakan perangkat lunak itu dan lain-lain tentang keberhasilan mereka. "MasterCard masih lumpuh. Ya, gila," kata salah satu peserta tanpa nama. "Kerja bagus, semua!" kata pengguna lain.

MasterCard menyatakan serangan tersebut tidak memengaruhi inti kemampuan pengolahan pembayarannya, tapi ada beberapa pemutusan terbatas pada layanannya. Perusahaan itu tak merincinya. Juru bicara Visa Paul Cohen dalam surat maya pada Rabu malam menyatakan jaringan pengolahannya berjalan biasa dan pemegang kartu dapat terus menggunakan kartu mereka seperti biasa. Data keuangan tidak dalam bahaya.

Ia menyatakan kelumpuhan laman itu akibat lalu lintas lebih ramai daripada biasa dan mengatakan bahwa Visa mengambil langkah untuk mengembalikan laman itu ke kekuatan penuh dalam beberapa jam ke depan.