KADER PARTAI AMANAT NASIONAL UTAMA ANGKATAN KE IV 2004   
Tampilkan postingan dengan label Kabar IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar IPTEK. Tampilkan semua postingan

Senin, Januari 10, 2011

Kemenkominfo: Blokir BlackBerry Hanya untuk Fasilitas Browsing

Jakarta, (tvOne) Senin, 10 Januari 2011 11:26 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menegaskan bahwa ancaman blokir kepada Research in Motion (RIM) diarahkan hanya untuk fasilitas browsing BlackBerry. 

"Jika nanti pada pertemuan pada 17 Januari 2011, RIM tidak comply dengan kebijakan kami maka fasilitas browsingBlackBerry akan diblokir," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewa Broto, di Jakarta, Senin. 
Dewa Broto menjelaskan, fasilitasbrowsing di BlackBerry itulah yang selama ini membuka kemungkinan untuk mengakses situs porno karena produsen BlackBerry, RIM, belum melakukan content filtering
Karena itu, katanya, Kemenkominfo mengancam akan memblokir fasilitas browsing tersebut. "Untuk fasilitas lain tetap bisa digunakan, blokir hanya berlaku untuk fasilitas browsing saja," katanya. 
Pada 10 Agustus 2010, kata Dewa Broto, pihaknya sudah melakukan "kick off" untuk memberlakukan filtering terhadap situs porno pada 180 Internet Service Provider (ISP). 
"Kalau layanan browsing BlackBerry yang tanpa filtering dibiarkan seakan-akan ada previlegeyang diberikan kepada RIM. Sedangkan `gadget` lain terkoneksi dengan ISP yang ada. Kami tegaskan bahwa kami tidak dipicu oleh kepentingan apapun," katanya. 

Pada 17 Januari 2011 dijadwalkan akan ada pertemuan dengan RIM dan menurut Gatot di situlah kesempatan RIM untuk mengambil sikap terkait layanannya di Indonesia. "Kalau mereka comply dengan kebijakan di Indonesia maka mereka harus kooperatif untuk melakukan filtering konten, sebaliknya jika tidak comply maka fasilitas browsing akan diblokir," katanya. 
Gatot menambahkan, pemerintah akan menawarkan substitusinya kepada pelanggan salah satunya dengan cara mengaktifkan GPRS handset kketika akan mengakses internet. 
Namun konsekuensinya, pelanggan akan dibebani biaya tambahan untuk mengakses GPRS di luar biaya layanan BlackBerry. 
"Artinya ada risiko finansial yang harus ditanggung pelanggan, itu salah satu entry pointkami untuk menekan RIM bukan berarti kami membuat beban baru bagi pengguna tetapi mendorong RIM agar comply dengan peraturan yang ada," katanya. 
Gatot juga menanggapi komentar yang selama ini menganggap pemerintah tidak tegas seperti pemerintah Arab Saudi yang dengan tegas memblokir BlackBerry di negaranya. 
Menurut dia, aturan dan kebijakan di Indonesia jelas berbeda dengan Arab Saudi. 
"Kita bukan Arab Saudi. Kita tidak ingin latah, semua ada skenario dan solusi yang cerdas yang sesuai dengan kebijakan dan aturan di Indonesia," katanya. (Ant)


Senin, Januari 03, 2011

Minyak Biji Bintaro Gantikan Minyak Tanah di Teluk Meranti Riau

Senin, 3 Januari 2011 01:58 WIB

Jakarta, (tvOne) Institut Teknologi Bogor mengembangkan minyak dari biji bintaro sebagai energi alternatif bagi warga Teluk Meranti, Riau. 

Pengembangan minyak itu hasil kerja sama IPB dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sebagai upaya pemanfaatan sumber daya lokal dan pemberdayaan masyarakat, kata Direktur Utama RAPP Kusnan Rahmin dalam siaran pers, di Jakarta, Minggu. 

"Pengembangan minyak biji bintaro menjadi energi alternatif itu dipicu oleh mahalnya harganya minyak tanah. Akibatnya, warga setempat mulai menggunakan kayu sebagai bahan bakar," ujarnya. 

Kusnan mengatakan, warga Teluk Meranti bisa memanfaatkan minyak biji bintaro sebagai energi alternatif untuk kebutuhan rumah tangga mereka. 

"Hasil penelitian IPB diharapkan dapat memberi solusi bagi warga Teluk Meranti untuk memenuhi kebutuhan energi dan memberi manfaat secara ekonomi, sekaligus menjaga kelestarian hutan di Semenanjung Kampar," tuturnya. 

Pengembangan biji bintaro menjadi energi alternatif itu dilakukan IPB sekitar empat bulan. 

"Dengan kajian ini, kami berharap masyarakat setempat memiliki aktivitas tambahan untuk pengolahan minyak nabati sebagai upaya memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri, yang kemudian bisa meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Kusnan. 

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Pengembangan Minyak Nabati Biji Bintaro dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Aris Purwanto, menjelaskan, pohon bintaro dipilih karena tanaman tersebut menghasilkan buah sepanjang tahun. Selain itu, bijinya berpotensi menghasilkan minyak. 

"Kulit buah bintaro yang berserat dapat digunakan sebagai bahan baku papan partikel atau dapat dijadikan sebagai bahan bakar secara langsung. Bisa juga diubah menjadi briket untuk bahan bakar tungku," kata dia. 

Pohon bintaro sangat banyak ditemukan di Teluk Meranti. Pohon itu tidak membutuhkan pemeliharaan secara khusus. Penggunakan energi elternatif tersebut diharapkan bisa menekan penebangan hutan. 

Program itu, kata Aris, juga menjadi salah satu dukungan terhadap program pemerintah dalam mengembangkan desa mandiri energi. 

"Dengan adanya penelitian ini, masyarakat sekitar memiliki alternatif sumber energi secara mandiri yang bersifat terbarukan yang bahan bakunya ada di wilayah ini juga," kata Aris.